Pemprov Sumbar menghadiri Indonesia Fair 2016 sekaligus menawarkan investasi di Perth, Western Australia
Penanaman Modal AMRIZAL, S.Sos(Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu) 29 November 2016 15:49:34 WIB
Dalam rangka menindaklanjuti Surat Duta Besar Republik Indonesia di Canberra No. 65.g/UND/EK/VI/2016 Tanggal 6 Juni 2016 Perihal Rencana Penyelenggaraan Indonesia Fair di Perth, Western Australia 11-15 november 2016.
Kegiatan Indonesia Fair 2016 di Perth diawali dengan pembukaan secara resmi Indonesia Business Summit oleh Bapak Nadjib Riphat Kesoma selaku Duta Besar Republik Indonesia di Canberra yang berlokasi di Perth Convention & Exhibition Center pada pukul 10.00 waktu setempat. Temu bisnis tahunan ini diprakarsai oleh KBRI Canberra bekerja Sama dengan KJRI Perth dengan tema “Towards a New Chapter of Indonesia and Australia Economic Partnership”. Pada kesempatan itu Dubes RI Untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema menyampaikan bahwa pentingnya Australia dan Indonesia sebagai negara yang bertetangga untuk mendorong interaksi bisnis di antara pengusaha dari kedua negara. Berbagai paket kebijakan ekonomi seyogyanya dapat semakin mendorong interaksi tersebut menjadi kerja sama yang konkrit serta perlunya kedua negara mendorong babak baru dalam kemitraan di bidang ekonomi juga masih terbukanya banyak peluang yang dapat dimanfaatkan, khususnya di bidang transportasi dan infrastruktur
.


Paul Grigson Duta Besar Australia untuk Indonesia pada sambutannya menekankan bahwa hubungan ekonomi kedua negara sedang berada pada titik yang sangat positif. Dalam waktu dekat diharapkan semakin banyak bisnis Australia tumbuh di Indonesia dan sebaliknya pelaku bisnis Indonesia dapat semakin berkembang di Australia. Salah satu yang mendapat perhatian Dubes Australia iklim investasi di provinsi yang masih perlu ditingkatkan, pada acara tersebut diikuti dan dihadiri 370 pelaku usaha Australia dan 150 pelaku usaha Indonesia ini juga turut dihadiri Gubernur Banten Rano Karno, Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Yamin, serta seluruh Kepala Perwakilan Indonesia di Australia.
Indonesia Business Summit 2016 merupakan forum temu bisnis dan diskusi mengenai potensi ekonomi Indonesia danPeluang Investasi di sektor Tourism, Energy, Fishery serta kemudahan layanan perizinan investasi melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu dihadapan para pelaku usaha Australia, Investor serta masyarakat Indonesia yang hadir.
Presentasi Peluang Investasi Sumatera Barat mendapatkan respon positif dari para pengusaha dan investor yang hadir dan beberapa menyampaikan ketertarikannya serta berkeinginan untuk datang berkunjung ke Sumatera Barat agar bisa meng-explore lebih dalam dari peluang investasi yang telah kami tawarkan.Business Summit 2016 secara umum bertujuan untuk mempererat kemitraan dan kerja sama ekonomi dan pembangunan antara Australia dan Indonesia dalam berbagai bidang, seperti perhubungan dan infrastruktur, ekonomi digital, agrikultur dan perikanan, pendanaan dan keuangan, pengembangan pariwisata, maupun energi.
Pada hari berikutnya para pelaku bisnis UMKM dan pariwisata di Sumatera Barat dengan terlibat langsung memperkuat Booth/Stand pameran BKPM RI dengan menampilkan bahan dan materi promosi Sumatera Barat baik produk UMKM maupun peluang investasi yang ditawarkan oleh Sumatera Barat.Kegiatan ini juga diiringi dengan One on One Meeting antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan para Calon Investor yang tertarik dengan peluang investasi Sumatera Barat yang difasilitasi oleh IIPC (Indonesia Investment Promotion Centre)
Berita Terkait Lainnya :
- 20 Mahasiswa Indonesia Magang Jadi Peternak di Australia
- Dampak Penghentian Ekspor Sapi ke Indonesia Masih Dirasakan Peternak di Australia
- Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
- Pemprov Sumbar gelar Rakor Kominda Amankan Event Internasional
- Pemprov Sumbar Perlu Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji